Sunday, April 26, 2015

Teologi Reformed

Secara luas, teologi Reformed termasuk kesemua sistem kepercayaan yang menelusuri akarnya kembali ke Reformasi Protestan pada abad ke-16.

Tentu saja para Reformator itu sendiri menelusuri jejak doktrin mereka kembali kepada Alkitab, sebagai mana yang dinyatakan dalam kredo “sola scriptura” mereka, jadi Teologi Reformed bukanlah sistem kepercayaan “baru” namun adalah usaha untuk melanjutkan doktrin apostolik.

Secara umum Teologi Reformed berpegang pada kertertinggian Alkitab, kedaulatan Allah, keselamatan oleh anugerah melalui Kristus, dan perlunya penginjilan. Kadang kala teologi ini disebut pula teologi Perjanjian karena penekanannya pada perjanjian yang dibuat Allah dengan Adam dan perjanjian baru yang datang melalui Yesus Kristus (Lukas 22:20).

Otoritas Alkitab. Teologia Reformed mengajarkan bahwa Alkitab diinspirasikan dan merupakan Firman Allah yang berkuasa, cukup dalam segala hal yang berhubungan dengan iman dan kelakuan.

Kedaulatan Allah. Teologia Reformed mengajarkan bahwa Allah memerintah dengan kendali yang absolut terhadap segala ciptaan. Dia telah terlebih dahulu menentukan semua kejadian dan karena itu tidak pernah digagalkan oleh keadaan. Hal ini tidak membatasi kehendak dari makhluk ciptaan maupun menjadikan Allah sebagai sumber dosa.

Keselamatan oleh anugrah. Teologia Reformed mengajarkan bahwa Allah dalam anugrah dan kemurahan-Nya telah memilih untuk menebus manusia, membebaskan mereka dari dosa dan kematian. Doktrin keselamatan Reformed biasanya diwakili oleh singkatan TULIP (juga dikenal sebagai Lima Poin Kalvinisme):

Tulip flower
T – total depravity (kejatuhan total). Manusia sama sekali tidak berdaya dalam dosanya dan berada di bawah murka Allah dan sama sekali tidak dapat menyenangkan Allah. Kejatuhan total juga berarti bahwa manusia tidak dapat secara alami mencari untuk mengenal Allah, sampai Allah dalam karunia-Nya menggerakkan manusia untuk melakukannya (Kejadian 6:5, Yeremia 17:9, Roma 3:10-18).

U – unconditional election (pemilihan tanpa syarat). Allah, dari sejak kekekalan, telah memilih untuk menyelamatkan sejumlah besar orang-orang berdosa, yang jumlahnya tak terhitung (Roma 8:29-30; 9:11; Efesus 1:4-6, 11-12).                                                                      



L – limited atonement (penebusan yang terbatas). Juga disebut “penebusan khusus.” Kristus menanggung hukuman dosa untuk orang-orang pilihan di atas diri-Nya sendiri dan karena itu membayar kehidupan mereka dengan kematian-Nya. Dengan kata lain, Dia bukan hanya membuat keselamatan “mungkin,” Dia sebetulnya meraih keselamatan itu bagi orang-orang yang sudah dipilih-Nya (Matius 1:21; Yohanes 10:11; 17:9; Kisah Rasul 20:28; Roma 8:32; Efesus 5:25).

I – irresistible grace (anugrah yang tak dapat ditolak). Dalam keadaannya yang jatuh, manusia menolak kasih Allah, namun anugrah Allah yang bekerja dalam hatinya membuat dia menginginkan apa yang sebelumnya ditolaknya. Anugrah Allah tidak akan gagal menggenapkan karya keselamatan kepada orang-orang pilihan (Yohanes 6:37, 44; 10:16).


P – perseverance of the saints (ketekunan orang-orang kudus). Allah melindungi orang-orang kudus-Nya supaya tidak jatuh; dan karena itu keselamatan bersifat kekal (Yohanes 10:27-29; Roma 8:29-30; Efesus 1:3-14).

Perlunya penginjilan. Teologia Reformed mengajarkan bahwa orang-orang Kristen ada dalam dunia untuk mempengaruhi dunia, secara rohani melalui penginjilan dan secara sosial melalui hidup kudus dan berperi-kemanusiaan.

Keunikan-keunikan lain dari teologia Reformed umumnya meliputi pelaksanaan dua sakramen (baptisan dan perjamuan kudus), pandangan bahwa karunia roh sudah berhenti (karunia roh tidak lagi diteruskan kepada gereja), dan pandangan bukan-dispensasional terhadap Alkitab. Sangat dihormati oleh gereja-gereja Reformed adalah tulisan-tulisan John Calvin, John Knox, Ulrich Swingli, dan Martin Luther.

Pengakuan Iman Westminster mengejawantahkan tradisi teologia Reformed. Gereja-gereja moden dalam tradisi Reformed termasuk Presbiterian, Kongregasionalis, dan beberapa kaum Baptis.

Sumber: Gotquestions.com

Friday, April 24, 2015

From the Pastor's desk

Jumpa seseorang yang mengkagumi saya...

Dia: Pastor, saya sangat kagum dengan pastor! Boleh tak Saya jadi anak rohani Pastor?

Saya: Owh, tersentuhnya saya... By the way, jadi bapa rohani tu dapat elaun bulanan ke?

Dia: Hehehe... Taklah tapi saya betul-betul kagum dengan kamu. Bolehlah Pastor ya... Pastor... Pastor...please...

Saya: Duduk sini, biar saya interview kamu dulu, layak ke tak jadi anak rohani saya... Soalan 1, Ada berapakah Kitab di dalam Alkitab kita?

Dia: Alkitab Katolik ke Alkitab Protestant?

Saya: Dua-dualah...cepat...berapa semua?

Dia: Ermmmm... Katolik, 84... Protestant, 46... Ermmmm

Saya: Kau selama ini baca kitab apa? Quran ke Veda? SALAH!
Saya tanya lagi...

Saya: Soalan 2, Allah itu satu atau tiga?

Dia: Ermmm... Allah itu ada Bapa, ada Anak... ada Roh Suci... Mungkin tiga!?

Saya: Kau tak kira Maria sekali ke?

Dia: A'ah...ya kan? Tapi kalau tambah Maria jadi empat? Macam manalah?

Saya: Kenapa tanya saya, kan itu tuhan kau... Satu, tiga atau empat?

Dia: Tiga...sebab Trinity! Bapa, Anak dan Emak! Roh Kudus tu malaikat kot...

Saya: Sah, kau memang baca Quran!
Saya sambung lagi...

Saya: Soalan 3, menurut Alkitab...manusia terdiri dari berapa bahagian?

Dia: Ermm... Susahnya Pastor... Saya nak jadi anak rohani saja bukan isteri...

Saya: Sebab kau nak jadi anak rohani sayalah harus diuji otak kamu tu... Berhantu ke tak? Nanti dah jadi anak, durhaka pula...menyakitkan hati saja! Kalau nak cari isteri saya uji yang lain... Cepat! Berapa bahagian manusia?

Dia: Tak tau Pastor...

Saya teruskan lagi...

Saya: Soalan ke 4...

Dia: Pastor, berapa soalan semua? Jangan banyaklah Pastor...

Saya: Lima soalan saja, sambung ya... Soalan 4, sebutkan di mana kisah Cinderella di dalam Alkitab?

Dia: Owh... Di mana ya? Mungkin dalam perjanjian lama...

Saya: Kitab mana?

Dia: Ermmm... Saya macam pernah baca waktu sekolah minggu dulu... Ermmm, mungkin dalam Kejadian? Takpun dalam Keluaran...

Saya: Sah! Memang kamu ni selalu baca Alkitab...
Muka dia dah berubah, kurang selesa... Tapi saya tetap beri soalan terakhir!

Saya: Apa kau rasa tentang diri kau bila 4 soalan 'kacang' tu...semua kau gagal menjawabnya. Kau rasa kau siapa?
Ada air mata yang mula bergenang...

Saya: Soalan 5, ini bukan soalan pengetahuan, tapi ini dari hati kamu... Kamu rasa, kamu layak tak jadi anak Tuhan? Kamu gagal jawab soalan-soalan mudah tadi... Sekarang kau fikir, layakkah kamu panggil Tuhan sebagai Bapa dan kamu sebagai anak? Soalan 'kacang' pun kau salah... Kau ini Kristian ke tak? Layak jadi anak Tuhan ke tak? Tuhan mati di kayu salib, dan kau sia-siakan semuanya?

Jawab soalan saya... Kamu rasa, kamu layak tak jadi anak Tuhan?

Dia menangis, menangis, menangis... Dia minta ampun dengan Tuhan, dia mengaku dosa, menangis terus...
Setelah sedikit reda...

Saya: Jessica (bukan nama sebenar), waktu kamu kata bahawa kamu amat mengkagumi saya... Di dalam hati saya berkata, "Yang kamu layak kagumi ialah Yesus... He is our Super Hero!" Kamu boleh tak jadi anak rohani manusia, tapi kamu wajib sedar bahawa kamu adalah anak Tuhan. Saya buat ini bukan untuk malukan kamu... Rendahkan kamu... Atau buat kamu rasa tidak layak... Tapi untuk sedarkan kamu, bahawa jadi anak Tuhan itu kamu harus kerjakan keselamatan kamu... Jangan anggap remeh... Hidup sebagai anak Tuhan yang memancarkan terang dan impak bagi orang lain...
Can I pray for you now? Open your heart to Jesus... Ask forgiveness from Him... Let His Spirit renew you...

Kami berdoa bersama...

Setelah berdoa, saya sambung bertanya lagi...

Saya: Jessica (Bukan nama sebenar), kamu rasa kamu layak tak jadi anak Tuhan?

Dia: Dengan kekuatan saya tidak... Tapi Roh Kudus memampukan saya.

Saya: Wow! Haleluya! Mari kita buka Roma 8:15-17... Jessica, mulakan hidup baru dengan Yesus, ikut Dia, taati perintahNya... Kamu tidak perlu jadi anak rohani saya, tapi kamu harus hidup sebagai anak Tuhan! Baca Alkitab, pelajari dan taati...

Dia: Terima kasih Daddy...

Thursday, April 23, 2015

Menjawab Persoalan Da Vinci Code Part 3

Menjawab dakwaan Da  Vinci Code Part 3

Pdt. Stephen Tong

Ikuti selanjutnya...

Tuhan memberkati!

Wednesday, April 22, 2015

Menjawab Persoalan Da Vinci Code Part 2

Penjelasan ke 2 mengenai dakwaan-dakwaan Da Vinci Code.

"Orang Gnostik pasti selamat..."

Selanjutnya ikuti penjelasa Pdt. Stephen Tong

Tuesday, April 21, 2015

Menjawab Persoalan Da Vinci Code Part 1

"Hari ini, keKristenen dilecehkan oleh orang di luar Kristian, adakah kita mampu senyum dan berdiam?"

Ikuti selanjutnya dalam Khotbah Pdt. Stephten Tong.


Pastoral Desk

KE MANAKAH JIWA BAYI YANG MENINGGAL?

Seorang ibu bertanya kepada saya...

Paderi, ke manakah jiwa bayi saya yang meninggal tahun lalu?

Saya menjawab...

Salah satu soalan yang paling sering ditanyakan adalah destinasi jiwa setelah kematian bagi para bayi, kanak-kanak atau pesakit mental atau cacat yang belum mampu menerima Yesus Kristus sebagai penyelamat. Persoalan yang menyentuh emosi ini sudah diperdebatkan sejak masa awal pendirian gereja.

Sayangnya, Alkitab tidak menulis dan membahas perkara ini secara jelas. Maka para ahli-ahli theologi dan pendeta-pendeta tidak sepakat dalam menghuraikan berkenaan permasalahan ini. Walaupun demikian pertimbangan-pertimbangan di bawah diharap mampu memberi gambaran tentang perkara yang membingungkan ini...

1. Raja Daud adalah contoh yang tepat dalam kita melihat betapa sedihnya pengalaman menghadapi kematian seorang anak. Daud memberikan pernyataan yang dapat ditafsirkan sebagai ungkapan mengenai kehidupan kekal para bayi. 2 Samuel 12:23 menulis "Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku menghidupkannya kembali? Aku yang akan pergi kepadanya, tapi dia tidak akan kembali kepadaku."

Apakah maksud Daud mengajarkan bahawa ia akan dipersatukan kembali dengan anaknya di syurga, atau kematian adalah tidak dapat dielakkan bagi seluruh makhluk hidup? Kebanyakan para peneliti Alkitab percaya bahawa isi dari ayat tersebut memberi isyarat bahawa Daud menyedari kematian tidak dapat ditolak dan ayat ini hanya menambahkan sedikit sekali pengertian kita tentang kehidupan kekal bagi para bayi yang meninggal.

Namun sekalipun ada yang percaya bahawa Daud berharap untuk dapat hidup kekal bersama anaknya, perlu ditanyakan apakah pengharapan tersebut sesuai dengan kebenaran Alkitab. Kalaupun mungkin, perkara tersebut tidak dapat dianggap sebagai ajaran mengenai adanya janji keselamatan untuk bayi-bayi, kerana saat itu Daud begitu berduka atas kematian anaknya. Sebagai orang kesayangan Allah, Daud tidak terlepas dari kesalahan.

Selain itu, Daud juga sering memikirkan atau mengucapkan sesuatu yang tidak sesuai dengan kebenaran, contoh-contohnya dapat kota temukan di Mazmur 7, 35, 55, 58, 59, 69, 79, 109, 137 dan 139.

Alkitab secara terbuka merakamkan perasaan Daud dan keinginannya supaya Allah memberikan penghakiman yang adil, namun ada yang berpendapat bahawa ayat-ayat tersebut justeru mencerminkan kepastian janji Allah akan penghakiman orang berdosa.

2. Kita tidak dapat 'dengan mudah' menyimpulkan bahawa anak-anak "tidak berdosa" dan oleh sebab itu mereka terlepas dari penghukuman atas dosa. Alkitab mengajar secara jelas bahawa bayi-bayi berada dalam kuasa dosa dan perlu diperbaharui. Mereka sama seperti semua orang perlu diselamatkan oleh Kristus. (Mazmur 51:5) "Sesungguhnya dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku." Yohanes 3:6 "Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging dan apa yang dilahirkan oleh roh adalah roh." Roma 5:14 "Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai pada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang". Dalam Matius 19:14, Yesus memperingatkan supaya jangan ada yang melarang anak-anak datang kepadaNya. Perkara ini menyatakan bahawa seperti orang dewasa, anak-anak pun perlu datang pada Yesus.

3. Saat Yesus mengatakan supaya anak-anak itu datang padaNya, Dia memuji pula kemurnian iman anak-anak itu; "Kerana merekalah empunya Kerajaan Syurga." Walau hal ini mungkin merupakan pernyataan perlunya bersikap dan memiliki karakter yang baik, tapi secara umum juga merupakan penerimaan atas anak-anak. Pengajaran-pengajaran Yesus tentang anak-anak menunjukkan kasih yang sangat dalam juga penghormatan (Matius 18:1-6).

4. Perkataan Kristus mengenai karakter yang seperti anak-anak, bukan merupakan penolakan atas sifat dosa, Alkitab sepertinya mengajarkan bahawa dibanding orang dewasa, anak-anak "relatif tidak berbuat berdosa" (Ulangan 1:39, Yunus 4:11, Roma 9:11)

5. Seorang bayi yang dilahirkan, telah memiliki ( יֵצֶר הַרַע - YETSER HARA, dorongan tidak baik) di dalam dirinya, seperti ada tertulis, "dosa sudah mengintip di depan pintu" (Kejadian 4:7), namun sebagai bayi, tentu saja dia "tidak/ belum pernah berbuat dosa".

Penting dimengerti di sini mengenai 'Dosa Asal'. Ada perbezaan dasar antara "berdosa" dengan "berbuat dosa" --> bayi itu sudah "berdosa" tetapi belum "berbuat dosa". Bayi-bayi, terlahir "berdosa" kerana dosa asal (yang pasti mengakibatkan kematian jasmani) dan dosa warisan; tidak akan menerima hukuman kekal atas dosa, sampai ia mampu berbuat dosa dengan kehendak bebasnya (free will); atau kerana sudah dapat membezakan baik kerana dia sudah memiliki ( יֵצֶר הַטוֹב - YETSER TOV, dorongan baik/ moral conscience/ hati nurani) atau yang buruk ( יֵצֶר הַרַע - YETSER HARA, dorongan tidak baik) itu juga ada di dalam diri manusia, namun demikian manusia sebenarnya diberi kemampuan membezakan dorongan YETSER HARA atau YETSER TOV.

Untuk merangkum kebenaran bahawa seluruh manusia berdosa namun bayi/ anak-anak memiliki keadaan "relatif tidak berbuat berdosa", beberapa ahli theologi membezakan jenis-jenis dosa yang dapat menyebabkan kematian.

Sebagai contoh, dapatkah dianggap bahawa hukuman atas dosa warisan (dosa yang diwariskan dari generasi ke generasi) adalah kematian spiritual/roh (keadaan berpisah dari Allah) yang jika tidak diubah dan ditambah dosa peribadi (dosa yang diperbuat secara peribadi oleh keinginan bebas) mengakibatkan kematian dan pemisahan kekal dari Allah? Apakah hukuman atas dosa asal (yang diperoleh melalui Adam diturunkan pada semua orang - Roma 5:12) membawa kematian jasmani?
Jika demikiaan, perkara tersebut membantu kita mengerti bagaimana anak kecil (lahir dalam dosa, namun tidak berbuat dosa sebagai akibat kehendak bebas/ free will) dapat mengalami kematian jasmani tetapi bukan kematian roh yang kekal.

6. Keselamatan bagi orang dewasa adalah persoalan tentang iman kepercayaan. Yang mana belum mampu dilakukan oleh bayi-bayi. Kerana alasan itu pula, ada yang menetapkan usia tertentu untuk menentukan "kematangan" seseorang. Dapatlah dimengerti pada usia tertentu seseorang dianggap mampu mempertanggungjawabkan kesalahan yang mereka buat. Bukan hanya mampu membezakan sebab dan akibat tapi mampu bertanggungjawab. Usia "matang" ini mungkin berbeza pada setiap individu. Selain itu, orang yang mengalami gangguan jiwa tidak mungkin dapat dituntut tanggungjawabnya.

Walaupun tidak tertulis secara eksplisit di dalam Alkitab, tapi sepertinya tradisi ini berlaku bagi orang Yahudi pada masa awal. Perkara ini pula yang menyebabkan mengapa para rasul tidak mempersoalkan kematian bayi, kerana pada kebudayaan mereka seseorang dianggap tidak bertanggungjawab pada Allah/ perjanjian hingga saat dewasanya, iaitu pada usia sekitar 12 - 13 tahun.

Jika memang terdapat usia yang dianggap matang, sepertinya ada pengecualian bagi bayi-bayi untuk diterima Kristus. Kemungkinan bayi-bayi menerima anugerah tersendiri di mana tidak terdapat aturan baku. Dalam hal ini, kita dapat memohon agar kemurahan Allah untuk keselamatan mereka yang belum dapat mengerti tersebut.

7. Ada yang beranggapan bahawa keselamatan bayi tidak ada hubungannya dengan keadilan bagi anak kecil mahupun keadilan Allah. Namun, mengingat sifat kemurahan Allah kita, dapat kita katakan bahawa Allah tidak mungkin menjatuhkan penghukuman kekal pada bayi.
Pada Kejadian 18, Abraham berbicara pada Allah tentang penangguhan penghancuran Sodom dan Gomorah. Abraham memohon kemurahan Allah, "Takkanlah hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?" (ayat 25) Bagi Abraham tidak mungkin Allah menjatuhkan hukuman pada mereka yang tidak layak menerimanya. Ia mencabar Allah sebagai hakim yang adil pastilah melakukan perkara yang benar. Sebagai jawapannya, Allah berjanji tidak akan menghancurkan kota itu jika didapati sepuluh orang benar yang tidak berbuat kejahatan. Sayangnya, tidak terdapat sepuluh orang benar di sana. Walaupun demikian Allah membuktikan kemurahannya dengan menyelamatkan Lot dan anak-anak perempuannya dari kehancuran.

Kesimpulan: 

Selama berabad-abad pertanyaan mengenai keselamatan bayi-bayi telah diperdebatkan secara emosional. Perdebatan ini berlangsung terus kerana pada kenyataannya penulis Alkitab tidak secara eksplisit mengungkapkan hal ini.

Melalui berbagai pertimbangan dapatlah dikatakan bahawa ada pengharapan bagi keselamatan bayi-bayi. Kesimpulan saya, walaupun hal tersebut tidak diajarkan secara eksplisit, namun mengingat sifat Allah yang adil, ada kepastian untuk keselamatan bayi. Dan dengan kerendahan hati, kita memuliakan Tuhan kita yang pasti tidak terpisah dari keadilan.

Monday, April 20, 2015

Pdt. Stephen Tong - Dosa, Nafsu Diri & Pencobaan

Khotbah oleh Stephen Tong.

Ayat petikan diambil dari Yakobus 1:12-18 :-

Pengujian dan pencobaan
1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan  yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. 1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. 
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri  karena ia diseret dan dipikat olehnya. 
1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa;  dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. 
1:16 Saudara-saudara  yang kukasihi, janganlah sesat!  
1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang;  pada-Nya tidak ada perubahan  atau bayangan karena pertukaran. 
1:18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran,  supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung  di antara semua ciptaan-Nya.

Nota Kaki

Kata "pencobaan" (Yun. _peirasmos_) menunjuk kepada penganiayaan dan kesulitan yang datang dari dunia atau Iblis.





Sunday, April 19, 2015

SIAP MENJAWAB

Renungan mingguan hari ini di ambil dari :-

1 Petrus 3:15

"Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban dari kamu tentang tentang pengharapan yang ada padamu..." 


Kata apologetika berasal dari bahasa Yunani apologia, yang berarti menjawab atau mempertahankan. Apologetika berarti memberikan penjelasan rasional atas iman kita. 

Sebelum dapat membagikan berita Injil, seringkali kita perlu menjawab keberatan dan menying kirkan hambatan yang membu at orang belum mau menerima Kristus.

Istilah ini salah satunya dapat ditemukan dalam 1 Petrus 3:15, "siap sedialah pada sega la waktu untuk memberi per tang gung jawaban (apologia) kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungjawaban dari kamu tentang pengha rap an yang ada padamu." 

Petrus mendorong orang-orang percaya yang tersebar di berbagai lokasi (1:1) untuk siap sedia menjelaskan kepada orang-orang yang belum percaya jika me reka ingin tahu apa yang menggerakkan umat kristiani rajin berbuat baik (ayat 13) dan rela menderita dalam mengikut Kristus (ayat 14-17). Hal yang indah di sini adalah Petrus mendorong jemaat bukan saja untuk hidup sesuai kebenaran, melainkan juga untuk siap menyampaikan kebenaran yang menjadi pengharapan mereka.

Bayangkan ada anggota keluarga, rakan kerja, atau tetangga Anda yang tiba-tiba bertanya tentang apa yang menjadi iman dan pengharapan yang Anda miliki di dalam Kristus. 

Apakah kesempatan itu akan berlalu begitu saja atau akan menjadi momen kebenaran yang berpengaruh bagi masa depan kekalnya? Bagaimana jika senario ini bukan sekadar imaginasi, tetapi kenyataan yang sungguh-sungguh akan Anda alami? Apa yang perlu dilakukan supaya Anda siap sedia pada segala waktu?

Monday, April 13, 2015

Don’t Worry!

George Burns, American actor and humorist, said, “If you ask, ‘What is the single most important key to longevity?’ I would have to say it is avoiding worry, stress, and tension. And if you didn’t ask me, I’d still have to say it.” Burns, who lived to be 100, enjoyed making people laugh, and apparently followed his own advice.

But how can we keep from worrying when our lives are so uncertain, so filled with problems and needs? The apostle Peter offered this encouragement to the followers of Jesus who had been forcibly scattered across Asia during the first century: “Humble yourselves under the mighty hand of God, that He may exalt you in due time, casting all your care upon Him, for He cares for you” (1 Peter 5:6-7).

Peter’s instructions were not given to help us avoid suffering (v.9), but so we can find peace and power to stand victorious against the attacks of Satan (vv.8-10). Instead of being consumed by anxiety and worry, we are set free to enjoy God’s love for us and express it to each other.

Our goal should not be to see how many years we can live but instead to live fully in loving service to the Lord for all the years we are given.

Lord, I admit that I take things into my own hands and worry. That weighs my spirit down and sometimes robs my nights of rest. Lift the heaviness from my heart as I lean into You.
I will never think of anything that [God, my Father,] will forget, so why should I worry?
Oswald Chambers

Post taken from Our Daily Bread

New Entry

Hi all!

We will update daily on sermons and latest activities. Thank you for following us!

Thank you,

God bless!









“Humble yourselves under the mighty hand of God, that He may exalt you in due time, casting all your care upon Him, for He cares for you” (1 Peter 5:6-7).

Sunday, August 31, 2014

GEREJA BERMASALAH?

Melakukan evaluasi berkala terhadap gereja kita amatlah perlu. Sungguh amat penting sekali bagi paderi dan majlis gereja memeriksa kadar pertumbuhannya secara sistematik bagi memastikan ia tetap sihat.

Dengan evaluasi kita mengenalpasti kekurangan dan aspek yang perlu diperbaiki. Ibaratnya, kebakaran sebelum api membesar dan menghanguskan semua yang ada, evaluasi menolong kita memadamkan api sejak masih kecil.

Seorang penulis dan pakar kepemimpinan serta pertumbuhan gereja, Perry Noble, menjelaskan 15 perkara sebagai indikator kepada gereja yang bermasalah:

1. Ketika ada masalah muncul, lebih banyak alasan/excuse yang dikemukakan berbanding solusi memecahkan masalah itu.

2. Ketika gereja menjadi puas dengan hanya menerima orang yang datang dan bukan benar-benar pergi keluar untuk menjangkau mereka yang terhilang. Gereja kehilangan ghairah dan semangat untuk melakukan misi dan penginjilan!

3. Fokus gereja hanyalah untuk membangun sebuah gereja megah dan besar
tetapi tidak membangun Kerajaan Allah.

4. Kepemimpinan yang mulai puas dengan kemampuannya sendiri daripada mengandalkan kekuatan supranatural dari Roh Kudus.

5. Gereja mulai melihat keberhasilan atau kegagalan melalui ukuran sebuah organisasi dunia dan bukan dengan mentaati Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus.

6. Para pemimpin dalam gereja berhenti bertumbuh dan tidak bersedia untuk belajar lebih lagi dalam memperlengkapi diri.

7. Hilangnya hubungan dengan Allah dan kasih di antara jemaat. Sehingga neraka tidak lagi panas, dosa tidak lagi salah, dan salib tidak lagi penting malah mengasihi sesama bukan lagi kewajiban.

8. Alkitab tidak lagi menjadi pedoman utama dalam pembuatan keputusan. 

9. Gereja menjadi lebih reaktif dan bukannya proaktif. 

10. Orang-orang di gereja melupakan generasi berikutnya dan menolak untuk mendanai pelayanan hanya karena mereka tidak mengerti "generasi muda." 

11. Tujuan dari gereja adalah untuk sekadar menjaga segala sesuatu yang telah ada. Gereja menjadi berada di zon selesa (comfort zon) dan tidak lagi mahu “diusik” serta “mengusik” terutama kepada penyumbang terbesar di dalam gereja.

12. Gereja tidak lagi bersedia untuk mengambil langkah iman kerana "ada terlalu banyak yang harus dikorbankan." 

13. Gereja tidak lagi peduli pada keperluan yang ada di dalam masyarakat. 

14. Jemaat menjadi bergantung pada satu orang untuk melayani semua orang dan bukannya memberdayakan semua orang sehingga gereja boleh bertumbuh sebagai satu kesatuan tubuh yang harmoni.

15. Ketika para pemimpin menolak untuk bekerja lebih dalam memimpin dan melayani kerana hal tersebut menimbulkan rasa tidak selesa dan sulit.

HARGA MENGIKUT YESUS...

Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalananNya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil berlutut di hadapanNya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"

Jawab Yesus: "Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain daripada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!"

Lalu kata orang itu kepadaNya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kau miliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di syurga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 

Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. Lalu Yesus memandang murid-muridNya di sekelilingNya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang sebegini masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Monday, July 7, 2014

GEREJA KANAK-KANAK

GEREJA KANAK-KANAK

Merujuk kepada perkataan Tuhan Yesus Kristus sendiri: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepadaKu, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Syurga" (Matius 19:14).

Ayat Alkitab ini sering ditafsirkan semata-mata untuk menyatakan bahawa sikap seseorang yang benar di hadapan Tuhan adalah sikap sebagai seorang anak kecil yang dengan penuh kejujuran, kerendahan hati dan keterbukaan datang menghampiri dan menyerahkan diri kepada Yesus Kristus. Penafsiran ini memang tepat berdasarkan Matius 18:3 dan 4. Namun di dalam perkataan Tuhan Yesus itu sesungguhnya ada beberapa pengajaran yang penting iaitu:

a. Tuhan Yesus sangat mengasihi anak-anak dan menghendaki mereka untuk datang kepadaNya.


b. Tuhan Yesus memerintahkan agar jangan seorang pun menghalangi dan membuat kesulitan bagi anak-anak untuk datang kepadaNya.

c. Tuhan Yesus memerintahkan agar orang-orang dewasa menolong sehingga anak-anak dapat dengan mudah datang kepadaNya, tanpa ada suatu halangan.

d. Tuhan Yesus menghargai seorang anak sama seperti Ia menghargai seorang dewasa.

e. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa di dalam diri seorang anak ada sesuatu yang indah yang seharusnya dimiliki oleh seorang dewasa dalam hubungannya secara pribadi dengan Tuhan.

Di dalam pengajaran Tuhan Yesus ini, ternyata Tuhan Yesus memerintahkan adanya suatu pelayanan yang khusus bagi anak-anak untuk menolong mereka datang pada-Nya.Tuhan Yesus memberi perhatian khusus kepada anak-anak. Ia menyediakan waktu untuk melayani anak-anak di tengah kesibukanNya. Tuhan Yesus tidak bersikap meremehkan anak-anak. Ia menghendaki agar anak-anak dibawa kepada-Nya dan menerima berkat-Nya. Inilah kehendak Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya dan kepada gereja sampai hari ini.

Ketika semua orang tidak mempedulikan nasib anak-anak dan para remaja yang "terlantar dan nakal", Robert Rikes dengan tepat mengambil sikap yang menunjukkan bahawa ia mengerti dan menghayati Firman Tuhan ini. Dengan penuh pengabdian dan kasih, Robert Rikes melayani dan membimbing mereka untuk dapat mengenal kasih Tuhan Yesus. Ia mengajarkan Alkitab kepada mereka dan dengan teratur setiap hari Minggu ia membimbing anak-anak itu ke jalan Tuhan. Oleh karena ia mempunyai misi yang jelas, dan kerana ketekunan serta kegigihannya melayani, akhirnya sekelompok anak-anak "nakal" itu menjadi sekelompok "murid" Tuhan Yesus. Inilah kisah kelahiran sekolah Minggu yang pertama di dunia, iaitu di Gloucester, England (abad ke 18).

Sekolah Minggu untuk anak-anak, merupakan salah satu wujud pelayanan khusus di antara anak-anak dengan tujuan membawa mereka untuk mengenal dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka secara peribadi. Dengan demikian sekolah Minggu bukanlah sekadar aktiviti untuk anak-anak pada hari Minggu sahaja. Sekolah minggu juga bukan sekadar kegiatan untuk anak-anak jemaat atau memenuhi persyaratan minimal sebuah gereja melainkan sebuah arena pembinaan iman dan program pendidikan rohani yang bersifat melaksanakan misi yang ditetapkan Tuhan Yesus Kristus kepada gereja-Nya. Dengan tujuan membawa anak-anak kepada pengenalan yang benar akan Tuhan dan membimbing anak-anak kepada iman yang dewasa di dalam Tuhan Yesus. Karena itu gereja tidak boleh merasa puas apabila telah memiliki "sejumlah besar" anak-anak sekolah Minggu dan sejumlah "besar" guru sekolah Minggu. 


Sebab harus dievaluasi apakah sejumlah besar anak-anak sekolah Minggu itu kelak akan menjadi murid Tuhan Yesus yang sungguh-sungguh? Dan untuk itu sangat dituntut adanya guru sekolah Minggu yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan mengenal pengajaran Alkitab dengan benar. (Bukan sekadar sukarelawan.) Seringkali gereja menghadapi dan mengalami fakta "hilangnya" sejumlah besar anak-anak sekolah Minggu setelah mereka beranjak ke usia remaja. Suatu kenyataan yang sering diperhitungkan sebagai sesuatu yang wajar. 

Padahal itu tidak akan terjadi bila gereja mau memberikan perhatian yang lebih sungguh-sungguh terhadap pelayanan sekolah Minggu. Memahami hakikat pelayanan sekolah Minggu dengan benar akan mendorong gereja dan khususnya guru sekolah Minggu untuk lebih bertanggung jawab melayani anak-anak yang telah diserahkan Tuhan kepada kita.

Selain itu, Sekolah Minggu juga perlu menjadi sebagai "ayah dan ibu asuh rohani". Di tengah melesatnya kemajuan teknologi zaman ini, di mana alat-alat komunikasi berperanan dalam segala bidang, sehingga tidak mustahil bagi seorang anak untuk menerima informasi yang tidak sesuai dengan usianya, di situlah muncul tantangan baru. Berbagai macam permainan elektronik yang memikat dan mengikat hati seorang anak sehingga kuranglah waktu untuk berkomunikasi dengan ayah bonda. Masih ditambah dengan tuntutan yang cukup tinggi dalam dunia pendidikan bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar sehingga menggeser kebutuhan dan mengurangi kesempatan untuk pendidikan rohani dalam kehidupan seorang anak. Belum lagi kesibukan yang tiada henti dalam kehidupan orang tua yang harus "bergulat" untuk mencukupkan sandang pangan di tengah dunia yang sarat dengan tantangan ini. 


Sehingga hampir kebanyakan orang tua Kristen "memasrahkan" pendidikan rohani anak-anak yang sesungguhnya menjadi tanggung jawab mereka, kepada gereja atau lebih tepatnya kepada guru sekolah Minggu. Dalam keadaan sedemikian gereja melalui pelayanan sekolah Minggu dipanggil untuk menjadi ayah dan ibu asuh rohani bagi anak-anak jemaat. Dapat kita bayangkan betapa beratnya tugas gereja dan guru sekolah Minggu. Bukankah keadaan akan menjadi lebih parah dan sangat menyedihkan bila ternyata gereja dan sekolah Minggu pun tidak dapat melaksanakan tugas yang mahapenting ini dengan baik.

Sekolah Minggu hari ini, gereja di masa mendatang. Keadaan gereja pada waktu-waktu yang akan datang ditentukan oleh keadaan sekolah Minggunya pada hari ini. Bila melalui pelayanan sekolah Minggu dihasilkan "murid-murid" Yesus Kristus yang sejati dan mempunyai dedikasi tinggi maka kita dapat mengharapkan jemaat yang dewasa dan gereja yang berkembang pada waktu-waktu yang akan datang. Tuhan Yesus mengutus gereja ke tengah dunia untuk melaksanakan misi agung-Nya yaitu: Menyinarkan terang Injil ke dalam dunia yang gelap karena di bawah kuasa dosa. Dunia membutuhkan pelayanan gereja, dunia menantikan terang Injil. Bila jemaat sebagai anggota gereja belum merupakan jemaat yang dewasa dalam kehidupan iman, bagaimanakah gereja dapat menjalankan tugasnya dengan baik? Gereja akan mempunyai jemaat yang dewasa apabila melaksanakan pembinaan iman dan pengajaran Firman yang baik kepada jemaatnya dan memperhatikan pembinaan rohani di antara anak-anak sekolah Minggu.

Sekolah Minggu sebagai ladang penginjilan. Kita mengetahui bahwa seorang anak lebih bersifat terbuka dan jujur dalam menerima pemberitaan Injil. Sesungguhnya sekolah Minggu merupakan ladang yang sangat subur untuk memenangkan jiwa, memenangkan seseorang semasa kanak-kanak, berarti kita memenangkan seluruh kehidupannya. Pendeta Dwight L. Moody, seorang hamba Tuhan yang terkenal dalam pelayanan penginjilan pernah menyatakan bahawa "apabila ia memenangkan jiwa seorang yang sudah lanjut usia, ia memenangkan sisa umur hidupnya, tetapi apabila ia memenangkan jiwa seorang anak muda berarti ia memenangkan seluruh kehidupannya." Pernyataan ini sungguh tepat. Sebab apabila seorang anak sudah menyerahkan hidup kepada Tuhan Yesus sejak kecil, berarti ia akan berbakti dan melayani Tuhan seumur hidupnya.

Sekolah Minggu berperan penting dalam pertumbuhan gereja Anak-anak mempunyai kesanggupan untuk menjadi pemberita Injil yang baik. Mereka dengan senang hati dan penuh sukacita akan mengajak teman-teman dan saudara bahkan orang tuanya untuk mengikut Tuhan Yesus. Banyak orang tua menjadi pengikut Kristus karena kesaksian dan pelayanan anak-anak mereka. Murid sekolah Minggu dari keluarga yang bukan Kristen dapat di bina dan dipersiapkan untuk menjadi pemberita Injil yang baik untuk memenangkan keluarganya. Dalam hal ini pelayanan sekolah Minggu mempunyai peranan yang sangat besar dan berarti untuk pertumbuhan gereja.

Monday, June 30, 2014

Ramadan 2014: Christians will be praying daily


As Muslims begin their holiest time of the year, Ramadan, Christians around the world will be praying for them.

Open Doors is asking Christians to pray for the world's 1.6 billion Muslims over the next 30 days as they fast and seek true answers from God.

"Why not take the opportunity this year to share the love and pray they'll hear His voice?" the organisation asks.

Its resource includes prayer points for new believers from Muslim backgrounds and facts about the Muslim world.

There is also a "Just for Kids" version that includes quizzes, games and suggestions for prayers that are suitable for children.
Ramadan falls in the ninth month of the Islamic calendar and is an especially holy time of fasting and prayer. It is also important because the Koran was first revealed to the Prophet Muhammad during this month.

Muslims are required to fast during the hours of daylight and it is tradition to eat a meal before dawn, Suhour, to start the day's fasting and end it with another meal just after sunset, the Iftar.

Open Doors is also asking for prayers for Christians living in contexts of persecution in Muslim-dominated countries.

"Not only is it a time to pray that these Christians will stand strong [during] Ramadan, but also that Muslims will be given an opportunity to hear the Gospel," the organisation said.

Source : Christian Today


Sunday, June 29, 2014

FOCUS INTERSESSION PRAYER

Mari kita berdoa untuk beberapa hal mengenai Gereja

1) Bapa di Sorga terus memberi hikmat kepada pimpinan Gereja, Majlis Gereja supaya menangkap visi Allah,

2) Perlindungan Allah ke atas pemimpin Gereja

3) Jemaat bersatu dalam segala hal

4) Penyertaan Allah keatas semua missionary-missionary Gereja

5) Umat Allah terus peka akan suara Tuhan

Tuhan berkati!

Tuesday, June 24, 2014

Kenapa Tuhan biarkan penderitaan berlaku?

Ketika kita menonton TV dan melihat gambar dari kehancuran setelah bencana alam, anak-anak yang kurus kerana kelaparan atau orang-orang yang mati dalam pemgeboman atau serangan, bahkan yang paling penting mungkin kita bertanya-tanya:

Mengapa Allah yang penuh kasih akan membenarkan orang yang tidak bersalah menderita?

Pandangan Tuhan bukanlah perspektif kita. Dia tahu bahwa hidup kita hanyalah sekejap sahaja (sepintas lalu) dalam menghadapi kekekalan. Tuhan tidak akan membiarkan penderitaan kecuali itu akhirnya akan menjadi kebaikan untuk kita.

Berikut adalah beberapa alasan saya percaya rasa sakit dan penderitaan yang ada di dunia.

Orang bebas memilih

Allah memberikan perintah-perintah kepada anak-anakNya, aturan perilaku yang akan membawa mereka kebahagiaan jika mereka memilih untuk mengikuti  dan kesengsaraan bagi mereka yang mengabaikan. Penghakiman Allah akan batal jika ia masuk dan menghentikan orang-orang jahat dari bertindak.

Setiap orang dapat membuat kebaikan atau keburukan. Apabila tindakan kejahatan terjadi, biasanya kita perasaan ia sering diikuti dengan curahan kebaikan.

Setelah pemgeboman di maraton Boston, Patton Oswalt mengatakan,

"Anda menonton video pembantaian dan ada orang-orang yang berjalan MENUJU kehancuran untuk membantu. ... Ini adalah planet raksasa dan kita beruntung hidup di atasnya, tetapi ada harga dan hukuman yang dikeluarkan untuk keajaiban harian wujud.

"Tapi sebahagian besar berdiri melawan kegelapan itu dan, seperti sel-sel darah putih menyerang virus, mereka mencairkan dan melemahkan dan akhirnya membasuh pelaku kejahatan dan, lebih penting lagi, kerosakan yang mereka lakukan. Ini adalah di luar agama atau keyakinan atau bangsa. Kita tidak akan berada di sini jika umat manusia menjaga kejahatan. 

"Jadi, ketika Anda mengesan kejahatan, atau kefanatikan, atau intoleransi atau takut atau kebencian atau kebodohan, hanya melihat itu, di mata dan berfikir, 'kebaikan melebihi jumlah Anda, dan kami akan selalu begitu.'"

Tuhan mengirimkan malaikat untuk membantu Anda

Malaikat di luar sana untuk membantu Anda melalui masa-masa penderitaan dalam hidup Anda. Tuhan tahu apa yang Anda perlukan untuk melalui ujian Anda. Teman-teman, keluarga dan bahkan orang asing dapat membantu membawa beban Anda.

Penulis terlaris David Farland berkata kepada para penggemarnya bahwa anaknya, Ben, telah mengalami kecelakaan serius. Ben sedang koma, dan biaya perubatan yang diharapkan ialah beberapa juta dolar. Peminatnya, teman-teman dan rakan-rakan penulis di seluruh dunia datang membantunya. Mereka mengadakan "bom buku" mendorong orang untuk membeli buku-bukunya untuk mendukung Ben. Mereka juga menawarkan dukungan emosional, doa dan sumbangan.

Penderitaan ada tujuan

Penderitaan membantu kita mengembangkan kualiti saleh. Itu membuat kita lebih tabah. Hal ini membantu kita untuk melihat bagaimana kita dapat menjangkau orang lain. Ini mengajarkan kita kesabaran, panjang sabar dan kebergantungan kita pada Allah. Ini menguji iman kita. Seperti api pemurnian yang dibicarakan dalam Alkitab, penderitaan menghilangkan kotoran jiwa.

Tidak akan ada sukacita tanpa duka

Jika Anda tidak pernah tahu ketidakbahagiaan, adakah Anda mengenali kebahagiaan? Fikirkan tentang saat-saat ketika Anda telah sangat sakit. Ketika Anda pulih, saya membayangkan bahwa Anda jauh lebih sedar dan bersyukur untuk kesihatan yang baik Anda. Jika Anda telah kehilangan pekerjaan dan khuatir tentang menyediakan keluarga Anda keperluan, maka berapa banyak manis  ketika Anda sudah memperoleh kestabilan kewangan? Mereka yang telah menghadapi kanser sering menemukan semangat baru untuk hidup karena mereka menghadapi kemungkinan kematian mereka sendiri.

Buku Lois Lowry The Giver menunjukkan kesan dari masyarakat yang mencuba untuk meringankan semua rasa sakit dan penderitaan. Dengan menghilangkan pilihan dan kepentingan peribadi, para pemimpin masyarakat mampu untuk mencapai tujuan mereka. Tidak ada rasa sakit dan penderitaan, tetapi orang-orang tidak boleh merasakan sukacita atau cinta. Memang, mereka bahkan tidak memahami konsep tersebut.

Allah memberi jaminan

Allah menjanjikan berkat berkelimpahan dalam kehidupan ini dan berikutnya bagi mereka yang setia. Ketika kita memiliki percubaan di dalam satu bidang kehidupan kita, Allah sering mengirimkan berkat pada orang lain. Anda mungkin berjuang untuk kewangan tapi menikmati kedamaian dan cinta di rumah Anda. Anda mungkin memiliki kesehatan yang buruk tetapi memiliki teman-teman yang hangat dan mendukung. Berkat Tuhan selalu di sekitar kita jika kita mencari.

Jaminan utama akan datang tidak dalam kehidupan ini, tetapi di 'hari kemudian'. Allah akan membalas setia dengan berkat yang tak terbayangkan. Mereka yang tampaknya "lari" dalam hidup ini akhirnya akan menuai kesan dari tindakan mereka.

Rasa sakit dan penderitaan akan selalu ada, tapi begitu akan kebaikan Tuhan dan manusia.

Monday, June 23, 2014

Pembersihan Hati yang Kotor dengan Dosa

Memang kita  memandang aneh 'Allah mempersembahkan anakNya'.  

Sebenarnya kata demikian setahu saya tidak ada di dalam Alkitab.  Rasul Yohanes menulis, "Karena begitu besar kasih Allah ... Ia telah mengaruniakan Anak-Nya" (Injil, Yohanes 3:16).  Allah mengaruniakan tidak sama artinya dengan 'Allah mengorbankan anakNya' (kalimat anda).  Injil, Surat Efesus 5:2 menyatakan segi lain dari kebenaran tadi, "Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban."

Dapatkah kita menyelamatkan diri?

Mungkin kita merasa cukup mampu untuk dapat menyelamatkan diri sendiri dengan berbuat banyak amal dan usaha. Apakah 'perbuatan buruk’ sungguh dapat 'ditutupi oleh perbuatan baik'? Apakah 'air kotor yang ada dalam gelas' bila 'dituangi air bersih terus menerus sampai luber' dapat sungguh jadi bersih?  Bukankah tetap akan ada bakteri / racun kotor dalam gelas tersebut? Bukankah sambil menuangkan 'air bersih' juga masih kadang-kadang ada lagi 'perbuatan buruk (dosa)' yang akan masuk ke dalam gelas lagi?

Saya mengakui diri saya sebagai manusia berdosa yang lemah.  Saya termasuk orang yang seperti diuraikan di dalam Taurat Musa sadar akan dosanya lalu membawa korban sembelihan ke mezbah Bait Allah sebagai korban penggantinya (Lihat Kitab Imamat pasal 1-8).

Nabi-Nabi menubuatkan kedatangan Sang Juruselamat

Nabi Yesaya bernubuat tentang Isa Al-Masih ratusan tahun sebelum Isa lahir.  Ia melihat dari jauh salib di bukit Golgota dan menulis, "Tetapi Dia tertikam oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh " (Kitab Nabi, Yesaya 53:5).  Tak heran bahwa Nabi Yohanes Pembaptis memperkenalkan Isa Al-Masih dengan berseru, "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Injil, Rasul Yohanes 1:29). Syukurlah Allah yang maha suci di dalam Isa Al-Masih bersedia menanggung dosa saya - bahkan dosa seisi dunia.

Damai diberi kepada orang yang diselamatkan

Syukurlah hati saya penuh damai mengingat pengalaman saya sesuai Firman Tuhan dalam Surat Roma 8:16, "Roh Kudus bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah."  Indah betul mendengar dan merasakan bisikan Roh Tuhan. Pengalaman pribadi sukar dirampas.  Sungguh benar perkataan Isa Al-Masih di dalam Injil, Rasul Yohanes 10:10-11 "Pencuri (iblis, nabi-nabi palsu) datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.  Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya."  Oleh anugerah Tuhan saya termasuk salah satu dari domba-Nya.  Betapa bahagia domba yang mendengar suara Gembala ini dan dituntun oleh-Nya (Injil, Rasul Yohanes 10:3).

Allah mengundang kita menerima keselamatan

Ada undangan indah pada halaman terakhir Alkitab. Undangan ini masih berlaku, "Roh dan pengantin perempuan (Gereja Isa Al-Masih) itu berkata: ‘Marilah!’ Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: ‘Marilah!’ Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!" (Wahyu 22:17).  Siapakah 'air kehidupan' ini?  Tak lain dari Isa Al-Masih yang jauh sebelumnya berdiri dan berseru, "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup" (Yohanes 7:37, 38).

Dengarlah dan perhatikanlah undangan yang berharga ini!

Friday, June 20, 2014

What to Do When God Isn't Answering Your Prayer

God doesn't normally tell me "no."

Whoa...whoa...whoa...

Such a bold statement, I know, but it's true. Most of the time, I ask for God's will to be done without being too specific on the request or how the request is to be fulfilled. Many times the answer is "yes" or "wait," and I like to let God take the lead on how He works things out in my life.

I fully trust the verse that says God works for the good of those who love Him. I also learned from a sermon heard long ago that said when we align our will to God's, the "yeses" come more often.

However, there is one specific request that I made to God twice in my life. Twice, I prayed a specific prayer, asked for a specific way for my prayer to be answered.

God said no.

Both times.

N – O.


Not wait. Not later, although I mistook the first "no" for a "wait."

Just no.

With no explanation. Like I'm worthy of an explanation anyway.

I dealt with the "no" a long time ago, and rarely do I feel the same sadness that I used to felt.

Until today.

My eldest niece is visiting, and I had the privilege to take her shopping. We browsed nail polish, necklaces, hair detanglers, and head bands. We made our purchases, and on the way home, I started to cry.

I would have been a really good Mommy to a little girl.

I would never trade my boys for a million girls, and over the last eight years, I've learned to be a pretty good mom of boys. Super awesome, in fact. :)  But the sadness I experienced when our third child's sonogram revealed God's "no" to me came back today.

Not sadness for what I have. The selfish sadness of what I won't, and the guilt of feeling any type of sadness when I have friends who are unable to have children and I have three healthy boys. Mix all that up with a bundle of hormones and it's a pretty ugly little pity party.

Today was the first day I realized I would have made a good mom to a little girl, but that's not God's plan for me. Maybe we'll adopt someday, but even then, I wouldn't mind a little boy. They seem to have claimed my heart.

So I'll stop the tears, thank God for His wisdom, and kiss three brown-headed, cute-as-a-button little "no's."

Wednesday, June 18, 2014

HALAMAN DALAM PENAIKTARAFAN


Untuk memudahkan para pembaca melayari blog GPAA, pihak administrasi dalam proses menaik taraf halaman.

Jika terdapat cadangan dan kritikan, bolehlah diajukan kepada pihak administrasi.

Sekian,

Shalom

Tuesday, June 17, 2014

Tuhan Yesus Selalu Peduli

Saya baru saja membaca sebuah kesaksian di mana ada seseorang yang telah mengalami kegagalan berulang kali. Saya pun juga pernah mengalami banyak kegagalan dan kegagalan itu membuat saya merasa sangat kecewa dan sakit hati.

Semua usaha yang telah kita lakukan dalam waktu yang lama tiba-tiba hancur begitu kegagalan tiba. Ada yang merasakan bahawa kita tidak berguna dan tak berdaya untuk mencapai kejayaan. Kita merasakan bahawa mimpi-mimpi itu sangat sulit untuk kita gapai.

Kemanakah Tuhan Yesus ketika kita mengalami banyak kegagalan? Mengapa Tuhan Yesus mendiamkan diri sahaja ketika kita dalam keadaan terburuk? Apakah Tuhan Yesus tidak peduli dengan kehidupan kita?


Kegagalan itu bukanlah akhir dari segalanya. Justeru dengan kegagalan yang telah kita alami, Tuhan menjadikan kita semakin kuat. Kegagalan merupakan pelapis untuk menutup dan memperbaiki semua kekurangan kita.

Tuhan memiliki rencananya sendiri untuk menjadikan kita sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya. Tuhan Yesus itu selalu peduli sehingga Dia ingin kita keluar dari apa yang kita inginkan dan menempatkannya pada apa yang Dia inginkan.

Jangan khuatir ketika kita sedang terjatuh dalam kegagalan karena Tuhan Yesus akan membantu kita untuk bangkit lagi dan Dia juga akan memberikan kepada kita sebuah jalan keluar di mana di situ ada berkat besar.

Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.

Mazmur 32:8